Pernah gak moms, merasakan tiba-tiba anak kita kehilangan nafsu makan, lemas, tidak ceria? Bisa jadi buah hati kita sedang mengalami kekurangan zat besi atau sering disebut Iron Deficiency.
Zat besi adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan anak dalam masa 0-18 tahun. Kekurangan zat besi sering terjadi juga pada orang dewasa. Fungsi zat besi itu sendiri dalam tubuh kita yaitu membantu metabolisme protein, memproduksi hemoglobin dan pembentukan sel darah merah. Manfaat zat besi lainnya yaitu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi/virus.
Anak-anak yang mengalami kekurangan zat besi secara terus-menerus, tanpa penanggulangan lebih lanjut akan berdampak pada tumbuh kembang mereka. Mulai dari tingkat konsentrasi di sekolah menurun, perkembangan tubuh tidak optimal, hingga perkembangan kognitif akan terganggu.
Berikut tanda-tanda serta gejala kekurangan zat besi pada anak:
- Kulit pucat
- Nafsu makan berkurang
- Grafik perkembangan berat dan tinggi badan tidak naik
- Demam/sakit yang sering muncul
- Pernafasan cepat dan tidak normal
- Terlihat tidak bersemangat
- Diare
- Nafsu makan berkurang
- Grafik perkembangan berat dan tinggi badan tidak naik
- Demam/sakit yang sering muncul
- Pernafasan cepat dan tidak normal
- Terlihat tidak bersemangat
- Diare
Dalam kondisi tersebut, asupan makanan yang bernutrisi sangat dibutuhkan, untuk mencegah kekurangan zat besi pada balita dan anak.
Sertakan daging merah tanpa lemak tiga hingga empat kali seminggu. Alternatif lain selain daging, zat besi dapat ditemukan pada; kacang kering, lentil, buncis, tempe, unggas, ikan, telur, madu murni. Makanan tersebut adalah sumber zat besi penting dalam diet harian anak.
Jangan lupa moms sertakan vitamin C juga ya, karena vitamin C membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi. Pastikan buah hati mengkonsumsi banyak makanan yang kaya vitamin C juga seperti jeruk, lemon, pisang, berry, buah kiwi, tomat, kol, capsicum, dan brokoli. Rutin secara berkala mengkonsumsi obat cacing untuk para balita diatas 2 tahun dan anak-anak.
Satu lagi nih moms, bahwa diare kronis dapat menghabiskan simpanan zat besi anak. Sementara parasit usus seperti cacing dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Anak-anak yang “Picky Eater” bisa berisiko terkena kekurangan zat besi lebih tinggi. Karena asupan yang buruk atau kurangnya variasi makanan yang mereka makan. Jika perlu dapatkan saran dari ahli diet, dokter setempat atau perawat kesehatan anak tentang cara mengelola makanan pada anak yang mengalami “picky eater” agar terhindar dari kekurangan zat besi. Semoga buah hati kita sehat selalu ya moms.

No comments:
Post a Comment
Thanks for read this post, any question? Leave your message bellow