Trimester ketiga adalah pengalaman kehamilan aku yang sangat komplex banget. Mulai dari diagnosa Jantung, Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi. Bolak balik klinik-Rumah sakit sampai di rawat di Rumah Sakit..
- SESAK PADA JANTUNG, KEHAMILAN TRIMESTER TERAKHIR
Awalnya cuma visit biasa ke dokter. Tapi dokter menemukan kuku-kuku jari yang menghitam. Dokter sempet tanya, "Udah berapa lama seperti ini?". Yaah awalnya aku pikir cuma anemia / pun kurang zat besi. kurang lebih sudah 2 mingguan. Ternyata kuku-kuku yang menghitam mengindikasi kalo ada kelainan pada jantung. Hari itu juga aku direkomendasi untuk ke dokter specialist jantung. Setelah aku ke klinik dokter specialis jantung/Cardilogist. Hasilnya mereka gak bisa memutuskan apa-apa. langsung aku di rujuk ke rumah sakit jantung -Tehran. Dan ternyata hasilnya adalah adanya lubang kecil pada jantung aku. Diperkirakan lubang ini dari aku kecil. Tapi, sama sekali aku ga merasakan sakit, yaa paling cuma sesek sedikit dibagian dada kiri. Tapi hal itu muncul ketika aku stress atau capek yang berlebih. 1 minggu setelahnya, aku merasakan sesak napas ketika badan aku posisi sedikit bungkuk. Karena excited-nya hamil 7 bulan, jadi sibuk mempersiapkan semuanya sendiri. Suami kan kerja, jadi aku beres-beres rumah, cuci-cuci baju sendiri. Detikitu juga pas bungkuk langsung gak bisa napas. dan masuk ke emergency. Hasil emergency setelah mengambil grafik jantung / Ecco. Alhamdulillah hasilnya gak mengkhawatirkan. Hanya saja kerja jantung lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh termasuk janin kembar. Jadi, hindari aktivitas yang berlebih. Untuk tetap menstabilkan fungsi pompa jantung pada tubuh.
- DIABETES GESTATIONAL TYPE 2
Masuk trimester akhir, dokter menyarankan aku untuk tes darah. Seperti biasa yang dilakukan pada Trimester kedua. Kalo sebelumnya aku tes darah untuk mengetahui apakah janin yang dikandung mengalami DownSyndrom atau tidak. Kali ini, untuk mengetahui apakah ada diabetes. Dan tes urine untuk mengetahui apakah ada bakteri jahat pada kelamin. Fungsinya untuk mengetahui apakah Ibu bisa melahirkan secara normal / cesar. Setelah puasa 10 jam, langsung aku ambil darah dan suster memberikan cairan gula untuk diminum. Lalu seteah 1 jam mengkonsumsi cairan tersebut aku langsung ambil darah lagi untuk kedua kalinya. Jadi ada glukosa sebelum puasa dan setelah puasa. Hasilnya Jreng jreeeeengg 300mg/dl. Ini jauh dari batas normal.
Setelah konsultasi dokter, akhirnya aku harus ke Endocrinologist. Dan malamnya aku harus observasi oleh dokter selama 3 hari, menginap. Huuuuft, ini rasanya gak enak banget. Hamil gede tidur di kasur rumah sakit, haduuuh rentek-rentek deh badan. Aku diperbolehkan pulang setelah kadar gula darah dalam tubuh normal. Dan mengkonsumsi Insulin. Novorapid dan Levimir sesuai anjuran dokter termasuk kadar harian yang aku suntikan ke dalam tubuh.
Gestational Type 2 ini bisa hilang setelah melahirkan dan bisa akan tetap dalam tubuh, semua tergantung dari pola makan dan gaya hidup. Dan gen keturunan diabetes juga dapat dihindari dengan cara pola makan yang baik. Berikut kadar glusa dalam tubuh yang seharusnya :
- Sebelum makan (preprandial): 95 mg/dl atau kurang
- 1-jam setelah makan (postprandial): 140 mg/dl atau kurang
- 2-jam setelah makan (postprandial): 120 mg/dl atau kurang
- TEKANAN DARAH TINGGI/HIPERTENSI
Aliran darah ke plasenta berkurang. Kondisi ini bisa membuat bayi dalam kandungan tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi.
Pertumbuhan janin terhambat. Janin yang tidak cukup menerima oksigen dan nutrisi bisa menghambat proses pertumbuhan janin, bayi lahir dengan berat badan yang rendah, atau lahir secara prematur.
Kelahiran prematur. Demi menyelamatkan nyawa Anda dan si Kecil, kadang dokter akan menyarankan kelahiran bayi secara prematur. Caranya dengan jalan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklamsia dan komplikasi lainnya.
Abrupsio plasenta. Ini adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding dalam rahim sebelum proses persalinan. Jika hal ini terjadi, plasenta Anda akan rusak. Anda juga akan mengalami pendarahan yang hebat. Kedua hal ini bisa membahayakan nyawa Anda dan si Kecil.
Bayi meninggal dalam kandungan. Kondisi ini bisa saja terjadi pada masa hamil lima bulan atau lebih. Bayi meninggal dalam kandungan karena tidak mendapatkan hal-hal yang dibutuhkan, seperti oksigen dan nutrisi, selayaknya bayi yang dikandung oleh ibu dengan tekanan darah normal.
Berkembangnya penyakit kardiovaskular. Jika Anda sudah sampai pada tahap praeklamsia, maka Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, khususnya jika Anda melahirkan bayi secara prematur. Namun Anda bisa meminimalisasi risiko dengan menjalani gaya hidup sehat usai melahirkan.
Source : alodokter.com
Source : alodokter.com
Alhamdulilah tekanan darah aku normal dibawah 140/90. Dokter menditeksi 145/90 saat kehamilan ku masuk 9 bulan. Bisa jadi, ini faktor stress (Yailaahhh lahiran pertama akuuu, gimana ga stress coba, wong ga ada pengalaman,Hehehe). Dokter hanya menyarankan untuk mengurangi garam pada setiap makanan. Alhamldulillah back to track.
No comments:
Post a Comment
Thanks for read this post, any question? Leave your message bellow