Sunday, 20 August 2017

Melahirkan Kembar(Cesarean), Menyusui Kembar


  • Melahirkan


16 Maret 2017

Di kehamilan 38 minggu.
Tepatnya jam 4 subuh. Air ketuban ku pecah. Blesss uncontrol. Suami panik sepanik2nya. Aku panik, cuma aku gak mau berlebihan karna kalo aku panik, darah aku pasti naik dan dokter akan lebih sulit untuk ambil tindakan. Aku udah menyiapkan 1 koper yang isinya Sanitary aku, dan bayi-bayi. Sampai baju ganti anak-anak pun udah aku siapkan. Tapi alhamdulillahnya semua keperluan Ibu dan bayi sudh di handle oleh Rumah sakit. Jadi intinya 1 koper isinya perintilan gak kepake sama sekali, aku pulang dari rumah sakit aja, pake baju rumah sakit. Heheheh tapi balik lagi yaa,, lebih baik prepared dari pada gak ada persiapan sama sekali. So... Berikut barang-barang yang sekiranya akan dipakai di Rumah Sakit setelah persalinan :

  1. Baju Ganti Ibu, termasuk Undies dsb.
  2. Perlengakapan Mandi. Handuk, sabun, sikat gigi
  3. Sendal/Kaos kaki
  4. Camera
  5. Dokumen pelengkap, seperti USG terkahir, Riwayat kesehatan Ibu (Ini kemarin aku lupa banget. Sampai salah bawa dokumen, saking paniknya)
  6. Diaper bayi
  7. Breast Pump
  8. Baju ganti bayi
  9. Kain bedong / blanket receiver
  10. Lotion bayi, minyak telon dsb


Allah maha baik. Allah  juga Maha tau. Kondisi badan aku yang Diabetes, darah tinggi dsb. Maka .... Jalan terbaiknya adalah Cesar. Walaupun awalnya aku dan suami mencoba untuk persalinan normal.Naaahhh untuk cesar sendiri, biasanya pasien harus puasa. Aku pribadi makan terakhir aku adalah jam 9 malam, setelah itu aku gak makan , cuma minum air putih aja. Jadi ini memudahkan untuk proses operasi saat itu. Seperti biasa perawat ngecek gula darah, tensi darah, cek posisi bayi dan "pembukaan"dsg. Setelah Dokter dan suami berunding akhirnya. Aku siap-siap ke ruang operasi. My doctor is the best. Dia tau aku punya darah tinggi yang disebabkan oleh stress. Pada saat mau operasi aku masih diajak ngobrol dan "diboongin" bilangnya cuma bersihin perut, sambil ngajak becandaa. Padahal itu adalah awal / step dari operasi pembersihan area yang akan di operasi. Aku sendiri di bius total. Karna untuk Epidural udah gak ada waktu lagi. Air ketuban yang keluar udah banyak sekitar 7 litter. Proses operasi berjalan lancar dan hanya menghabisakan waktu sekitar 1,5 jam diruang opperasi.

Keluar dari ruang operasi aku merasakan dingin sampe mengigil. Luar biasa banget, sampai akhirnya dokter kasi sinar penghangat  dibagian perut aku. Setelah itu baru berasa enakkan. Dan pindah ke ruang recovery.

Diruang recovery ini aku baru bertemu suami, sahabat dan teman lainnya. Rasanya itu lega tapi mungkin sempet terjadi "Baby Blues" sama diri aku. Jadi, pas ngeliat anak itu rasanya. Bener niihh anak aku?,, wooww,, mereka kayak stranger dimata aku. Tapi pelan,pelan aku handle light baby blues ini dengan tenang, karna semua balik lagi ke diri kita masing-malsing. Kalo kita makin heboh nangganin hal ini, yaaahhh bakal lama juga kondisi ini terjadi. Effect dari bius total ini adalah anak-anak ikutan "nge-fly" alias ikut tidur panjang setelah keluar dari perut. Hal ini gak bagus untuk IBu dab bayi, hasilnya aku gak merasakan yang namanya Inisiasi menyusu dini. Dan effect dari cesar, air susu gak terpompa seperti persalinan normal, jadi gak keluar banyak. Alhamdulillah berat anak-anak juga bagus dan sehat.

Zahra

Me and My Obygyn, Doctor Sanjari


Zafira
Zahra and Zafira


Me and My Babies

Zafira Widyanata : 3,0kg || Panjang 48 cm
Zahra Widyanata : 3,3kg || Panjang 48 cm

Nama mereka juga berartikan
Zafira Widyanata, artinya Perempuan yang beruntung, pandai,berilmu.
Zahra Widyanata, artinya Perempuan yang tegas(dalam bahasa Persia), pandai,berilmu.


Anak-anak masuk Incubator / ruang NICCU selama 3 hari untuk Zahra dan 4 hari untuk Zafira. Rasanya udah menyerahkan semua kepihak rumah Sakit dan Dokter deh, karena aku yakin semua itu mereka ahlinya dan pasti ngasih yang terbaik. Jadi, aku pulang 1 khari setelah persalinan yang notabennya gak boleh pulang sebelum kentut. Iy, kentut. ternyata dalam didunia medis, menyatakan operasi berjalan baik dan lancar adalah dengan kentut / buang angin. Kalo udah buang angin artinya ok, gak ada permasalahan dalam sistem pencernaan.

1x24 jam aku setelah operasi aku cuma boleh minum air putih dan air buah kaleng. dan itu setetes demi tetes minumnya. Padahal haus dahaga gak ketulungan. HAAAUUUSS BGT! setelah operasi. Terus hari pertama gak boleh banyak gerak, tapi hari ke-dua aku disuruh jalan-jalan keliling ruangan. Uhhh jrasanya mantaappp bgt. Jahitannya bagus, sebenernya gak dijahit, jadi system mereka di laser dan di lem. hasilnya cuma 1 garis halus gitu aja. Cuma karna perut aku masih besar, jadi harus di bebet/pake korset sampai sekarang ini (5 bulan setelah melahirkan). Untuk treatment dirumah aku cuma ganti perban 1 kali, ,minum antibiotik dan painkiller (jika terasa sakit). Mungkin udah jalannya juga kali ya, anak-anak dihandle sama rumah sakit dulu untuk beberapa hari. Jadi, untuk hari pertama dirumah aku, masih merasakan linu di perut, bukan dijahitan operasi. Ini yang menyulitkan aku untuk beraktivitas. Rasanya Sakkkiitttttt bangettttttt. Untuk pakai undies aja aku masih tergantung suami. Hehehhe ILOVE Youuuu Papppppiiiiihh Muachhh.....



  • Menyusui
Ini adalah hal yang menurut aku struggle selain recovery setelah melahirkan. Secara harifah memang wanita dilahirkan untuk menyusui anaknya. Aku gak bisa memberika ASI EKSLUSIF untuk kembar. Dari hari pertama, aku coba pompa dan lain sebagianya, hasil yang dikeluarkan gak sebanding dengan apa yang harus dikonsumsi bayi kembar. Awalnya berhasil beberapa ml, dengan aku konsumsi susu kedelai. Tetapi makin hari jatah susu gak kekejar dan akhirnya aku deal  dengan Formula. Sejak awal anak-anak memang minum formula dengan cara disuapi suntikanyang dilepas jarum, perharinya. Mungkin ini salah satu, bayi tidak mau menyusu langsung ke ibunya. Karena sebenarnya mulut bayi adalah pompa yang sesungguhnya. Kalo mereka enjoy direct breast feeding, hal ini akan memperbanyak air susu ibu. Tapi sejak awal mereka sudah tercekoki dengan alat bantu, yowess deh. Aku gak bisa force mereka untuk minum dari payudara. 
Kurang lebih kembar mix susu formula dan susu Ibu selama 3 bulan. Itupun gak selalu lancar payudara aku.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan aku gak bisa memproduksi susu secara lancar:
  1. Stressful Birth / Cesarean
  2. Gestational Diabetes
Collage of Family Potrait

ZAZE 2 Weeks Old
Try to Breast feeding my Babies



















Tapi dibalik semua itu, Aku bersyukur mereka sehat wal afiat. Mungkin bisa dibilang aku gagal menyusui. Tapi ini bukan dari akhir segalanya ya kan... Masih banyak banget cara untuk bonding dan loving antara Ibu dan Anak. Dan dari kisah aku ini, ternyata diluar sana banyak ibu-ibu yang ternyata gak  sukses menyusui anaknya secara lancar. Tapi tetap itu bukan akhir dari segalanya... :)

No comments:

Post a Comment

Thanks for read this post, any question? Leave your message bellow